Ads 468x60px

Selasa, 24 Januari 2017

BAGAIMANA MENJALANI SAAT INI?

Sepanjang ingatan, maka kita semua insyaa Allah tahu bahwa semuanya dimulai ketika kita lahir. Lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dan mulai dewasa seperti sekarang. Tapi seberapa sering kita mencoba menelaah, ada apa di balik semua ini?
Kenapa kita dilahirkan dan menjalani kehidupan ini?
Apakah ini semua akan berjalan begitu saja tanpa sebuah maksud? TIDAK! ❌ Semua perjalanan ini ternyata merupakan bagian dari ujian panjang untuk menilai tempat akhir yang layak buat kita masing-masing. Pelabuhan terakhir: tempat yang penuh kebahagiaan ataukah dasar jurang neraka yang di kelilingi penderitaan. “_Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku_ ..” (TQS. Adz-Dzaariyaat: 56-58)
 Ada orang dalam kehidupan ini kita dapati, begitu tenang menjalani hari-harinya. Baik itu ketika mendapatkan kenikmatan atau pun ketika lagi menghadapi masalah. Mereka dengan tekun melaksanakan sholat, puasa, dzikir, menolong orang lain, menjaga mulut/ucapannya, bekerja keras, dan melakukan berbagai kebaikan lainnya. Masyaa Allah. Mengapa mereka bisa seperti itu? Kuncinya! 🔐
Karena mereka paham dengan urusan agamanya (Islam). Di saat yang sama, kita dapati juga ada banyak orang yang hidup dengan penuh kegelisahan: sering marah, berkata kasar/kotor, meninggalkan dengan ringan ibadah seperti sholat, membaca, Al Qur’an, dan puasa. Bahkan dengan entengnya ada yang berzina, minum miras, mencuri, dan segudang perbuatan negatif (maksiat) lainnya. Tidak ada rasa gelisah ketika melakukannya. Dosa sepertinya sudah mendarah daging dalam hidup mereka. 🎁🎁
 Mengapa mereka berani seperti itu? Karena mereka tidak paham dengan urusan agamanya. Namun semuanya akan tiba-tiba berhenti dan kaget ketika sebuah “moment spesial” terjadi. Malaikat pencabut nyawa datang bertamu. Tanpa mengetuk pintu, tanpa mengirimkan pesan pembuka kunjungan, dan tidak akan bisa ditolak kedatangannya. Bisa beberapa saat lagi, bisa besok, bisa pekan depan, atau di waktu dan kesempatan yang memang kita tidak bisa mengetahuinya. Bahkan bisa saja setelah selesai membaca tulisan ini Innalillahi wa inna ilayhi raji’un. 🏁🏁
Sudah siap?!? Lalu apa yang selanjutnya akan kita lewati? Perjalanan lanjutan yang masih panjang menuju alam akhirat. Sudah siap? ✈✈
 Pintu awal memasukinya ketika kita diperhadapkan dengan kematian. Pilihannya : Husnul khotimah (mati/penutup hidup yang baik) atau su’ul khotimah (mati/penutup hidup yang buruk) . Kita mau memilih yang mana? ✈✈
 Selanjutnya, kita akan “diistirahatkan” dalam penantian panjang menunggu kiamat. Pilihannya : Mendapatkan nikmat kubur atau siksa kubur . Kita mau yang mana? ✈✈ Lalu terjadilah kiamat yang dahsyat, di mana pada saat itu tidak ada lagi orang beriman yang hidup. Tinggal orang-orang kafir terhadap Allah yang diberi “kesempatan” merasakan betapa mengerikannya kejadian tersebut. Semua yang ada di alam semesta ini akan hancur lebur dalam peristiwa tersebut. Naudzubillahi min dzalik Kemudian semua orang yang pernah diciptakan lalu dibangkitkan untuk menghadapi penghakiman terakhir yang ujung perjalanannya hanya ada 2 tempat : Syurga atau Neraka. ✈✈ Kita mau yang mana? ⁉ “_Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya_” (TQS. Al Hijr: 45-48) 🎯🎯
 “_Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin_”. (TQS. Shad: 57) 🎯🎯 “_Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pambalasan yang setimpal_.” (TQS. An Naba’: 24-26) 🎯🎯 📘📘📘 Kalau ditanya mau yang mana, pasti semua akan menjawab: “_Mau husnul khotimah, mau nikmat kubur, dan mau masuk syurga_”. Tapi, apakah pilihan tersebut bisa kita tentukan saat itu juga? Ternyata tidak! ⚠ Pilihan itu ditentukan sekarang! ⚠ Saat kita masih hidup! Saat ajal belum sampai di tenggorokan! ⚠ 📘📘📘 Jika ingin selamat dalam rangkaian perjalanan tersebut, maka hanya ada satu pilihan, ikuti perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Beriman dan beramal sholih. Melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan yang ada dalam Al Qur’an serta tuntunan dalam Al Hadits (Sunnah) yang shohih. Namun jika tidak ada kepedulian dalam diri kita dengan urusan setelah kematian, tidak ada keinginan meraih kebahagiaan dan terhindar dari siksa, maka hiduplah sesuka hati. Lakukanlah segala hal tanpa peduli dengan aturan dari Sang Khalik (Pencipta).
Tidak peduli apa status dan latar belakang kita. Apakah itu bujangan/jomblo ataupun sudah menikah, yang paling penting adalah memaksimalkan diri dalam ketaatan kepada Allah. 📘📘📘
 Semoga kita semua termasuk di antara generasi pencari kebenaran dan kebaikan. Saling menasehati untuk keselamatan akhirat dan saling mencegah dari melakukan kemaksiatan. Hingga akhirnya kita bisa reuni di syurga kelak. Insyaa Allah. Pertanyaan: “_Maukah kita belajar dan memperbaiki diri atau sudah merasa puas dengan kehidupan saat ini?_” Bertemu dengan kematian itu keniscayaan. Pasti akan terjadi. Mau tidak mau, pasti bertemu. Jangan sibuk memikirkan harta, tahta, wanita sampai-sampai lalai memperbaiki ibadah. Jadi apa yang harus kita lakukan selaku Pejuang Property Syariah? Bersemangatlah mencari rezeki dengan niat sebagai salah satu jalan beribadah dan mendapatkan pahala kebaikan. Jemputlah dengan cara yang diridhoi-NYA. Jangan sampai tidak memperdulikan caranya HALAL atau HARAM sehingga diri berlumuran berbagai dosa, terutama RIBA. Tapi berilah semangat lebih untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian yang bisa saja hadir setiap saat. Kuncinya, Belajar. Cari dan pahamilah ilmu agama. Semangatlah ikut pengajian, tabligh akbar, baca, dan beli buku islami. “_Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama._” (HR. Bukhari dan Muslim) ✏✏ Latih dan paksakan diri untuk berteman dan berkumpul dengan orang-orang beriman dan sholih. Siapa tahu salah satu dari merekalah yang akan menjadi pintu hidayah kita menggapai syurga. Atau setidaknya bisa menjadi penyelamat kita di akhirat. Insyaa Allah. Pejuang Property Syariah Solusi mencari Hunian Syariah tanpa Riba Bit.ly/BisnisPropertySyariah

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates